Senin, 30 September 2013

MEDIAMORFOSIS

MEDIAMORFOSIS

Mediamorfosis adalah transformasi media komunikasi, yang biasanya ditimbulkan kibat hubungan timbal balik yang rumit antara berbagai kebutuhan yang dirasakan, tekanan persaingan dan politik, serta berbagai inovasi dan teknologi.[1] Menurut Roger Fidler (2003), Mediamorfosis bukanlah sekedar teori sebagai cara berpikir yang terpadu tentang evolusi teknologi media komunikasi.
Mediamorfosis mendorong kita untuk memahami semua bentuk sebagai bagian dari sebuah system yang saling terkait, dan mencatat berbagai kesamaan dan hubungan yang ada antara bentuk bentuk yang muncul di masa lalu, masa sekarang, dan yang sedang dalam proses kemunculannya. Media baru tidak akan muncul begitu lama. Dan ketika bentuk bentuk media komunikasi yang baru muncul, bentuk bentuk yang terdahulu biasanya tidak mati – terus berkembang dan beradaptasi.

SEJARAH

Konsep mediamorfosis diperkenalkan Roger Fidler, Direktur Knight Ridder tentang New Media, pada tahun 1990 dalam judul artikelnya tentang masa depan koran. Roger Fidler diakui secara internasional sebagai perintis media baru dan visioner. Dia terkenal karena visinya mengenai surat kabar digital dan perangkat membaca mobile, pada tahun 1981. Pada tahun 1994, timnya di laboratorium memproduksi sebuah video berjudul "The Tablet koran: Sebuah Visi untuk Masa Depan" yang menunjukkan bagaimana orang mungkin suatu hari membaca koran dan majalah di tablet.[2] Sebuah terobosan yang mengaitkan dirinya sebagai sosok yang sebenarnya “menemukan” iPad lebih dulu ketimbang Steve Jobs.[3]
Rangkaian Pemaparannya soal Mediamorfosis bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi keangkeran teknologi teknologi media yang baru dan memberikan suatu struktur guna memahami pengaruh pengaruh potensial mereka terhadap bentuk bentuk media utama yang popular – koran, majalah, televisi, dan radio.[1]
Apa itu media baru? Terry Flew (2005) medefinisikan Media baru sebagai kombinasi dari format 3Cs yaitu computing and information technology (IT), communication networks, dan digitize media and information content. Media baru konsisten dengan pembelajaran teknologi media yang merujuk pada kebutuhan untuk menyadari bagaimana mediasi dalam komuniksi lewat format teknologi mengubah komunikasi dalam praktek social.[4] Sementara, Lievrouw dan Livingstone (2002) mengobservasi bahwa ada beberapa cara berpikir tentang media baru yang perlu untuk dimasukkan dalam tiga elemen, yaitu : alat yang memungkinkan atau memperluas kemampuan kita untuk berkomunikasi, kegiatan komunikasi dan prakteknya dikaitkan dalam perkembangan dan penggunaan alat alat tersebut, arahan arahan social dan organisasi yang membentuk alat alat dan praktik media baru.[5]

KONSEP MEDIAMORFOSIS

Lebih lanjut, Fidler memaparkan 3 konsep mediamorfosis yaitu :
  • KOEVOLUSI
Kode kode komunikator. Sifat sifat dasar media diwujudkan dan diteruskan melalui kode kode komunikator yang kita sebut bahasa. Bahasa, tanpa harus dibandingkan satu sama lain, telah menjadi agen perubahan yang paling berpengaruh dalam rangkaian evolusi manusia. perkembangan bahasa lisan dan tulisan melahirkan dua transformasi besar, atau mediamorfosis, dalam system komunikasi manusia. Mediamorfosis ketiga yang siap mempengaruhi evolusi komunikasi dan peradaban secara radikal adalah bahasa digital. Bahasa ini merupakan lingua franca computer dan jaringan telekomunikasi global.
Domain domain komunikasi. Sejak kelahiran bahasa tulis, berbagai bentuk media terus berkoevolusi dalam tiga jalur yang berbeda, yang disebut domain. Bahasa digital telah mentransformasikan bentuk bentuk media komunikasi yang ada. Inilah agen perubahan yang paling bertanggungjawab atas pengaburan perbedaan perbedaan diantara domain domain historis komunikasi.
  • KONVERGENSI
Konvergensi selalu menjadi esensi evolusi dan proses mediamorfosis. Konvergensi berskala besar dalam industry media dan telekomunikasi, mungkin hanya terjadi sekali. Namun bentuk bentuk media yang ada saat ini pada kenyataannya merupakan hasil dari konvergensi konvergensi berskala kecil yang tidak terhitung banyaknya, yang seringkali terjadi sepanjang waktu. Konvergensi lebih menyerupai persilangan atau perkawinan, yang menghasilkan transformasi atas masing masing entitas yang bertemu dan penciptaan entitas baru.
Tim Dwyer (2010), mendefinisikan konvergensi media sebagai proses dimana berbagai teknologi yang baru digabungkan dengan media media yang telah ada dan berbagai industri komunikasi serta budaya yang berkembang.[6] Mengambil contoh konvergensi hiburan yang dilakukan Transmedia adalah mytrans.com, yang menggabungkan media televisi dan media internet. Bila selama ini kita menikmati acara televisi dengan duduk diam disatu tempat sambil memandangi layar televisi, kini ada cara berbeda yang ditawarkan. Berbagai acara yang ditayangkan di TransTV dan Trans7 bisa disaksikan melalui gadget berupa smart atau mobile phone ataupun perangkat lain. Cukup dengan terkoneksi pada jaringan internet. Ada juga produk lain yaitu DetikTV (tv.detik.com), yang menggabungkan media cetak, media televisi, dan internet.
  • KOMPLEKSITAS
Teori Chaos. Chaos adalah komponen penting perubahan. Tanpanya, alam semesta akan menjadi tempat kematian dan kehidupan menjadi tidak mungkin. Dari kondisi chaos, lahir gagasan gagasan baru yang mentransformasikan dan menghidupkan system system. Prinsip utama teori chaos kontemporer adalah gagasan bahwa kejadian kejadian yang terkesan tidak signifikan atau variasi variasi awal yang remeh dalam system system yang mengalami chaos. Seperti cuaca dan ekonomi, dapat memicu peningkatan eskalasi kejadian kejadian tak terduga yang akhirnya mengarah pada kejadian kejadian yang melahirkan dampak atau membawa bencana besar. System system yang mengalami chaos pada dasarnya anarkis. System system itu menunjukkan ketidakpastian yang nyaris tak berujung dengan pola jangka panjangnya yang tidak terduga. Hal ini juga menjelaskan mengapa tidak seorangpun mampu memprediksi secara akurat teknologi teknologi media baru dan bentuk bentuk komunikasi manakah yang akhirnya akan sukses dan manakah yang akan gagal.
Sistem yang adaptif dan kompleks. Kekayaan interaksi yang terdapat dalam system system kehidupan, memungkinkannya menjalani pengorganisasian diri secara spontasn. Dengan kata lain, system system yang kompleks bersifat adaptif, yaitu bahwa system system itu hanya merespon kejadian secara pasif. System system itu secara aktif berusaha mengarahkan apapun yang terjadi untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa semua bentuk media hidup dalam dunia yang dinamis dan saling tergantung. Ketika muncul tekanan tekanan eksternal dan penemuan penemuan baru diperkenalkan, setiap bentuk komunikasi dipengaruhi oleh proses pengorganisasian diri yang muncul secara spontan. Sama seperti spesies yang berkembang demi kelangsungan hidup yang lebih baik, demikian jugalah yang dilakukan bentuk bentuk komunikasi dan perusahaan perusahaan media yang ada. Proses inilah yang menjadi esensi mediamorfosis.

PRINSIP DASAR MEDIAMORFOSIS

Radio AM yang tidak sepenuhnya tenggelam akibat kemunculan radio FM, dan justru mengadopsi teknologi dan strategi pemasaran baru, menggambarkan prinsip kunci mediamorfosis. Contoh lain adalah ketika penyebaran TV semakin merajalela, radio, surat kabar, majalah dan film mendapat hantaman keras. Namun pada kenyataannya masing masing mereka terbukti ulet dan dapat beradaptasi. Hal ini menggambarkan akibat wajar yang penting dalam prinsip mediamorfosis, yaitu bentuk bentuk komunikasi yang ada harus berubah dalam menghadapi kemunculan media baru. karena kalau tidak, satu satunya pilihan adalah mati.
Dari ketiga konsep tadi, Fidler kemudian menjabarkannya dalam 6 prinsip dasar mediamorfosis, yaitu:[1]
  • Koevolusi dan koeksistensi.
Semua bentuk media komunikasi hadir dan berkembang bersama dalam system yang adaptif dan kompleks, yang terus meluas. Begitu muncul dan berkembang, setiap bentuk baru dalam beberapa waktu dan hingga tingkat yang beraneka ragam, mempengaruhi perkembangan setiap bentuk yang lain. Salah satu contoh adalah media online detikcom. Setelah sukses sebagai portal berita, kini mereka merintis kanal detiktv yang merupakan konvergensi internet dan televisi, dan mytrans.
  • Metamorfosis.
Media baru tidak muncul begitu saja dan terlepas dari yang lain. Semuanya muncul secara bertahap dari metamorphosis media terdahulu. Ketika bentuk bentuk yang lebih baru muncul, bentuk bentuk terdahulu cenderung beradaptasi dan terus berkembang, bukan mati. Di Indonesia, contoh yang bisa kita lihat, adalah Kompas. Sebagai salah satu media cetak terbesar, Kompas membuka portal internet, dan memberikan perhatian yang cukup besar atas ini. Selain Kompas, Tempo juga memiiliki situs berita tempointeraktif.com.
  • Pewarisan.
Bentuk bentuk media komunikasi yang bermunculan mewarisi sifat sifat dominan dari bentuk bentuk sebelumnya. Sifat sifat ini terus berlanjut dan menyebar melalui kode kode komunikator yang disebut bahasa.
  • Kemampuan bertahan.
Semua bentuk media komunikasi dan perusahaan media komunikasi dan perusahaan media dipaksa untuk beradaptasi dan berkembang agar tetap dapat bertahan dalam lingkungan yang berubah. Satu satunya pilihan lain adalah mati. Salah satu contoh adalah majalah berita mingguan terkenal, Newsweek yang ditutup pada 30 Desember 2012 dan fokus dalam format online (mulai aktif pada 4 Januari 2013), yang diberi nama Newsweek Global.[7].
  • Peluang dan kebutuhan.
Media baru tidak diadopsi secara luas lantaran keterbatasan keterbatasan teknologi itu sendiri. Pasti selalu ada kesempatan dan alasan alasan social, politik, dan atau ekonomi yang mendorong teknologi media baru untuk berkembang.
  • Pengadopsian yang tertunda.
Teknologi teknologi media baru selalu membutuhkan waktu yang lebih lama daripada yang diperkirakan untuk mencapai kesuksesan bisnis. Teknologi teknologi itu cenderung membutuhkan sedikitnya satu generasi manusia (20-30 tahun) untuk bergerak maju dari rancangan konsep hingga perluasannya pengadopsian atasnya.

DOMAIN DOMAIN MEDIA KOMUNIKASI

Domain media komunikasi merupakan sarana untuk menggali dan membandingkan kualitas kualitas yang ada dalam masing masing cabang utama system komunikasi manusia. Roger Fidler mengelompokkannya dalam 3 domain. Yaitu :[1]
  • Domain Interpersonal.
Termasuk bentuk komunikasi lisan/ ekspresif satu lawan satu yang isinya tidak terstruktur atau dipengaruhi oleh perantara perantyara eksternal. Juga termasuk komunikasi komunikasi antara manusia dengan computer yang bertindak sebagai pengganti manusia.
  • Domain Penyiaran.
Termasuk bentuk bentuk komunikasi audio/visual dari yang sedikit kepada yang banyak dengan perantara, isinya sangat terstruktur dan disajikan kepada hadirin secara urut dari awal sampai akhir dalam lokasi lokasi yang relative tetap dan dalam periode periode waktu yang terjadwal dan ditentukan sebelumnya.
  • Domain dokumen.
Termasuk bentuk bentuk komunikasi tekstual/ visual dari yang sedikit kepada yang banyak dengan perantara yang isinya dikemas dan disajikan kepada individu individu terutama melalui media portable. Juga termasuk bentuk bentuk elektronik berbasi halaman yang ditempatkan dalam jaringan computer, misalnya World Wide Web.
Ciri ciri yang mencirikan domain domain ini telah terbentuk selama ribuan tahun oleh dua agen perubahan yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan. Dalam setiap metamorfosis yang mengikuti perkembangan dan penyebaran agen agen ini, muncul media baru dan media yang sudah ada mengalami perubahan didalam masing masing domain. Tapi sejak tahun 1970an, penyebaran bahasa digital yang terjadi dengan cepat dalam ketiga domain tersebut telah memberi kita suatu babak baru yang radikal dalam mempercepat evolusi dan ekspansi system komunikasi manusia. Suatu babak yang disebut sebagai era rekayasa digital. Walau ciri ciri gabungan yang muncul dari rekayasa digital agak berkurang perbedaannya, mereka masih akan mempengaruhi asas asas mediamorfosis media. Yaitu transformasinya akan dipengaruhi oleh saling pengaruh yang rumit antara kebutuhan kebutuhan yang muncul, tekanan tekanan kompetitif dan politis dan inovasi social dan teknologis.[1]

GARIS WAKTU KOMUNIKASI MANUSIA

  • Bahasa Ekspresif dan Alat alat komunikasi :
Homo Sapiens Sapiens (manusia modern)
  • Bahasa Lisan dan Mediamorfosisi pertama:
Lukisan goa di Eropa selatan, akhir zaman es, kemunculan komunitas komunitas agricultural besar, zaman perunggu dimulai dari Asia kecil.
  • Bahasa Tulisan dan Mediamorfosis kedua:
Kemunculan kekaisaran kekaisaran kuno; pengembangan teknologi teknologi dokumen; buku tulusan tangan dan perpustakaan; jalanan Romawi dan layan pos; pengembangan seni cetak dan kertas bubur kayu di Asia; pengembangan kertas bubur kayu di Eropa; Renaisans Eropa dimulai di Italia; Revolusi perdagangan; surat berita dan buku berita tulisan tangan; pengembangan seni mencetak di Eropa; koran majalah dan buku cetakan; Revolusi Industri.
  • Bahasa Digital dan Mediamorfosis ketiga:
Aplikasi listrik untuk komunikasi; komunikasi radio, gambar hidup; telepon jarak jauh antar benua; radio siaran, mesin faksimili radio; televisi siaran; computer mainframe; televisi kabel, kabel telepon transatlantic pertama; ARPANET, surat elektronik; satelit, komunikasi gelombang cahaya, video game; mikroprosesor, computer pribadi, VCR; mesinfax digital, CD; radio dan TV digital; realitas virtual dan system konferensi video; WWW; mosaic “net browser”, program gresek.

HIPOTESIS TAHAP MEDIAMORFOSIS SELANJUTNYA

Dalam perode yang sangat singkat, mediamorfosis ketiga yang dimulai dari agen agen perubahan teknologi yang kuat, telah mendapat pengaruh besar terhadap hampir semua individu, masyarakat, dan budaya. Gagasan manusia tentang jarak, waktu, dan realitas telah diubah secara radikal oleh bentuk bentuk media baru yang baru saja muncul.
Persaingan memerebutkan konsumen dan uang dari iklan terus terjadi dengan begitu sengitnya. Semua perusahaan media berjuang bukan saja menghadapi satu sama lain, tetapi juga menghadapi tata ekonomi yang berubah, pesaing pesaing baru yang kuat, peningkatan keragaman social, ekonomi dan rasial, sistem pendidikan yang selalu berubah dan kekurang biasaaan membaca, dan public yang tampaknya semakin tidak percaya akan media massa. Salah satunya adalah masalah media cyber.[1]
Semua ini membawa kita pada tahap metamorphosis besar. Walau telah berlangsung lebih dari satu abad, teknologi media cyber yang penting masih baru saja melintas dari tahap pertama –Paul Saffo “jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ide ide baru sampai sepenuhnya masuk ke masyarakat adalah sekitar 3 dekade selama 5 abad terakhir” ke tahap kedua saat teknologi itu memasuki masyarakat. Bahwasanya dalam dasawarsa mendatang, kita akan memasuki tahap ketiga, ketika media cyber akan menjadi bagian dalam kehidupan sehari hari.
Bagi perusahaan media massa yang sudah mapan, tahap berikutnya dari mediamorfosis besar ketiga pastilah akan menyakitkan.[1] Sebuah masa yang sama yang dihadapi para pembuat dan pemasok kereta satu abad silam. Ketika mobil bertenaga bensin pertama muncul pada awal tahun 1890an, hanya sedikit pembuat kereta yang percaya kendaraan tersebut akan menggantikan kereta kereta yang ditarik kuda. Sebagian besar berpendapat bahwa mobil hanyalah barang mainan orang kaya. Dan jalan jalan yang memenuhi syarat dan stasiun pengisian bensin memerlukan beberapa generasi untuk membangunnya. Namun apa yang terjadi? Dalam tiga dasawarsa, kebanyakan perusahaan yang membuat kereta dan perlengkapannya telah berubah menjadi pembuat mobil. Ada juga yang beralih ke pekerjaan lain, bahkan bangkrut.

BELAJAR DARI KEGAGALAN

Dewasa ini banyak perusahaan yang pasrah bahwa bisnis bisnis mereka sedang mengalami perubahan besar yang diakibatkan oleh teknologi digital. Namun, asas asas mediamorfosis paling tidak bisa sedikit menghibur. Bagaimanapun menjanjikannya suatu visi media baru, Asas adopsi tertunda menyatakan bahwa implementasi dan adopsi meluasnya akan memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan yang diramalkan kebanyakan visioner. Biasanya, prosesnya memerlukan paling sedikit satu generasi manusia. Asas koevolusi dan koeksistensi, juga menunjukkan bahwa bentuk bentuk komunikasi lama masih mampu kerkoeksistensi dengan bentuk bentuk baru untuk waktu lama. Asas kelangsungan hidup menunjukkan bahwa bentuk bentuk lama akan beradaptasi dan terus berkembang didalam domain domain mereka, bukannya mati begitu muncul bentuk bentuk baru.[1]
Meski demikian, Fidler mengingatkan, bahwa adanya asas asas ini tidak berarti kita kehilangan kewaspadaan. Walau teknologi media baru memerlukan waktu yang lama, penyebaran bisa terjadi begitu cepat saat sebuah medium dipandang oleh individu dan masyarakat memenuhi kebutuhan kebutuhan atau berbagai keinginan mereka dengan harga yang pantas.

Teori Belajar Behavioristik

by Afrizal0129

Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman [1].
Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil
belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.
Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.

Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.

Teori Belajar Menurut Watson

Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.

Teori Belajar Menurut Clark Hull

Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).

Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie

Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).

Teori Belajar Menurut Skinner

Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya memengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.
 

Analisis Tentang Teori Behavioristik

Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pebelajar dalam berperilaku. Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Kemudian, bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki, dari yang sederhana sampai yang komplek (Paul, 1997).
Pandangan teori behavioristik telah cukup lama dianut oleh para pendidik. Namun dari semua teori yang ada, teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar behavioristik. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, Pembelajaran berprogram, modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement), merupakan program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan Skiner.
Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.
Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut.
Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Padahal banyak faktor yang memengaruhi proses belajar, proses belajar tidak sekedar pembentukan atau shaping.
Skinner dan tokoh-tokoh lain pendukung teori behavioristik memang tidak menganjurkan digunakannya hukuman dalam kegiatan pembelajaran. Namun apa yang mereka sebut dengan penguat negatif (negative reinforcement) cenderung membatasi pebelajar untuk berpikir dan berimajinasi.
Menurut Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat dengan Guthrie, yaitu:
  • Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat sementara;
  • Dampak psikologis yang buruk mungkin akan terkondisi (menjadi bagian dari jiwa si terhukum) bila hukuman berlangsung lama;
  • Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain (meskipun salah dan buruk) agar ia terbebas dari hukuman. Dengan kata lain, hukuman dapat mendorong si terhukum melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk daripada kesalahan yang diperbuatnya.
Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman. Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah ada, sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi semakin kuat. Misalnya, seorang pebelajar perlu dihukum karena melakukan kesalahan. Jika pebelajar tersebut masih saja melakukan kesalahan, maka hukuman harus ditambahkan. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan pebelajar (sehingga ia melakukan kesalahan) dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong pebelajar untuk memperbaiki kesalahannya, maka inilah yang disebut penguatan negatif. Lawan dari penguatan negatif adalah penguatan positif (positive reinforcement). Keduanya bertujuan untuk memperkuat respon. Namun bedanya adalah penguat positif menambah, sedangkan penguat negatif adalah mengurangi agar memperkuat respons.
Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.
Demikian halnya dalam pembelajaran, pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.
Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka.
Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur, maka pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Demikian juga, ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan, sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar.
Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar.
Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual.

Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman [1].
Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.
Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Berikut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik dan analisis serta peranannya dalam pembelajaran.
Daftar isi [sembunyikan] 1 Teori Belajar Menurut Thorndike 2 Teori Belajar Menurut Watson 3 Teori Belajar Menurut Clark Hull 4 Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie 5 Teori Belajar Menurut Skinner 6 Analisis Tentang Teori Behavioristik 7 Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran 8 Rujukan

[sunting] Teori Belajar Menurut Thorndike Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Meskipun aliran behaviorisme sangat mengutamakan pengukuran, tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme (Slavin, 2000).
Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.
[sunting] Teori Belajar Menurut Watson Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
[sunting] Teori Belajar Menurut Clark Hull Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).
[sunting] Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).
[sunting] Teori Belajar Menurut Skinner Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya memengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.
[sunting] Analisis Tentang Teori Behavioristik Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pebelajar dalam berperilaku. Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Kemudian, bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki, dari yang sederhana sampai yang komplek (Paul, 1997).
Pandangan teori behavioristik telah cukup lama dianut oleh para pendidik. Namun dari semua teori yang ada, teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar behavioristik. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine, Pembelajaran berprogram, modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement), merupakan program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan Skiner.
Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.
Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut.
Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Padahal banyak faktor yang memengaruhi proses belajar, proses belajar tidak sekedar pembentukan atau shaping.
Skinner dan tokoh-tokoh lain pendukung teori behavioristik memang tidak menganjurkan digunakannya hukuman dalam kegiatan pembelajaran. Namun apa yang mereka sebut dengan penguat negatif (negative reinforcement) cenderung membatasi pebelajar untuk berpikir dan berimajinasi.
Menurut Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat dengan Guthrie, yaitu:
Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat sementara; Dampak psikologis yang buruk mungkin akan terkondisi (menjadi bagian dari jiwa si terhukum) bila hukuman berlangsung lama; Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain (meskipun salah dan buruk) agar ia terbebas dari hukuman. Dengan kata lain, hukuman dapat mendorong si terhukum melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk daripada kesalahan yang diperbuatnya. Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman. Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah ada, sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi semakin kuat. Misalnya, seorang pebelajar perlu dihukum karena melakukan kesalahan. Jika pebelajar tersebut masih saja melakukan kesalahan, maka hukuman harus ditambahkan. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan pebelajar (sehingga ia melakukan kesalahan) dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong pebelajar untuk memperbaiki kesalahannya, maka inilah yang disebut penguatan negatif. Lawan dari penguatan negatif adalah penguatan positif (positive reinforcement). Keduanya bertujuan untuk memperkuat respon. Namun bedanya adalah penguat positif menambah, sedangkan penguat negatif adalah mengurangi agar memperkuat respons.
[sunting] Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah, sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Artinya, apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid.
Demikian halnya dalam pembelajaran, pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.
Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka.
Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur, maka pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar, sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Demikian juga, ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan, sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar.
Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar.
Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual.
hahay!!!
K4Mp4N9

 

 

 

 

 


 

simplisia tanaman obat



nama-nama simplisia
  • Amilum oryzae
Nama species : Oryza sativa L
Familia : Graminae
Nama lokal : Padi (jawa)
 Spesifikasi : bergerombol
  • Amilum Solani
Nama species : Solanum tuberosum
Familia : Solanaceae
Nama lokal :kentang
 Spesifikasi :lamela dan hilus
  • Amilum Maydis
Nama species : Zea mays
Familia : Graminae
Nama lokal : Jagung
 Spesifikasi : Hilus bentuk bintang
  • Amilum Manihot
Nama species : Manihot utilissima pohl
Familia :Euphorbiaceae
Nama lokal : Pohong
 Spesifikasi : Hilus berupa huruf lambda
  • Guazumae Folium
Nama species : Guazuma ulmifolia
Familia :Sterculiaceae
Nama lokal : Jati Belanda
 Spesifikasi : Rambut penutup bentuk bintang, pembuluh kayu penebalan tangga, sistolit, stomata
  • Daturae Folium
Nama species : Datura metel L
Familia : Solanaceae
Nama lokal : Kecubung
 Spesifikasi : Jaringan mesofil dengan berkas pengangkut bercabang,rambut penutup multi sel, ca oksalat bentuk roset, stomata
  • Sericocaycis Folium
Nama species : Sericocalyx crispus
Familia : Acanthaceae
Nama lokal : daun keji beling
 Spesifikasi : sistolit,trikoma,berkas pembuluh,rambut penutup
  • Elephantopi Folium
Nama species : Elephantopus scaber
Familia : Asteraceae
Nama lokal: Tapak liman
 Spesifikasi : serabut sklerenkim, pembuluh kayu dengan penebalan tangga spiral, penebalan dengan bentuk tangga
  • Cocae Folium
Nama species :Erythroxylum coca
Familia : Erythroxylaceae
Nama lokal :Daun koka
 Spesifikasi : garis lateral, epidermis atas mengandung mucilago, papila, stomata tipe diasitik

Selasa, 10 September 2013

GANJA(CANNABIS)


ganja(cannabis)



afrizal0129

         Cannabis, juga dikenal sebagai ganja [ (dari Meksiko Spanyol mariyuana), dan dengan berbagai nama lain, adalah persiapan dari tanaman Cannabis dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat psikoaktif dan sebagai obat. farmakologi, konstituen psikoaktif utama ganja adalah tetrahydrocannabinol (THC), yang merupakan salah satu dari 483 senyawa yang dikenal di pabriktermasuk setidaknya 84 cannabinoids lain, seperti cannabidiol (CBD), cannabinol (CBN) , tetrahydrocannabivarin (Thcv) dan cannabigerol (CBG)..

Ganja sering dikonsumsi untuk efek psikoaktif dan fisiologis yang dapat mencakup suasana hati tinggi atau euforia, relaksasi, dan peningkatan nafsu makan. Diinginkan efek samping kadang-kadang dapat mencakup penurunan memori jangka pendek, mulut kering, gangguan keterampilan motorik, kemerahan mata, dan perasaan paranoid atau kecemasan.

Kontemporer menggunakan ganja sebagai obat rekreasi atau obat, dan sebagai bagian dari ritual keagamaan atau spiritual,. Tercatat paling awal menggunakan tanggal dari milenium ke-3 SMSejak ganja awal abad 20 telah dikenakan pembatasan hukum dengan kepemilikan , penggunaan, dan penjualan persiapan ganja mengandung cannabinoid psikoaktif saat ini ilegal di sebagian besar negara di dunia, PBB mengatakan bahwa ganja adalah obat terlarang yang paling banyak digunakan di dunia pada tahun 2004, Perserikatan Bangsa-Bangsa. diperkirakan konsumsi global ganja menunjukkan bahwa sekitar 4% dari populasi dunia orang dewasa (162 juta orang) menggunakan ganja setiap tahunnya, dan sekitar 0,6% (22,5 juta) orang menggunakan ganja setiap hari.

efekArtikel utama: Efek dari ganjaMain efek fisik jangka pendek ganja
Ganja memiliki efek psikoaktif dan fisiologis ketika dikonsumsi .Efek yang diinginkan langsung dari mengkonsumsi ganja termasuk relaksasi dan euforia ringan ( "tinggi " atau " teler " perasaan ) , sementara beberapa yang tidak diinginkan segera efek samping termasuk penurunan jangka pendek memori , mulut kering , keterampilan motorik dan kemerahan mata .Selain perubahan subyektif dalam persepsi dan , terutama , suasana hati , efek fisik dan neurologis yang paling umum jangka pendek mencakup peningkatan denyut jantung , peningkatan nafsu makan dan konsumsi makanan menurunkan tekanan darah , gangguan memori jangka pendek dan kerja ,psikomotor koordinasi , dan konsentrasi . Efek jangka panjang kurang jelas Pada manusia selain dari kerusakan pernapasan saat merokok , relatif sedikit merugikan efek kesehatan klinis telah didokumentasikan dari penggunaan ganja kronis .

 psikoaktif klasifikasiArtikel utama: efek psikoaktifSementara banyak obat-obatan psikoaktif jelas jatuh ke dalam kategori baik stimulan , depresan , atau halusinogen , ganja menunjukkan campuran semua properti , mungkin bersandar paling terhadap sifat halusinogen atau psikedelik , meskipun dengan efek lain cukup diucapkan juga. THC biasanya dianggap sebagai komponen aktif utama dari tanaman ganja , berbagai studi ilmiah telah menunjukkan bahwa cannabinoids tertentu lainnya seperti CBD juga mungkin memainkan peran penting dalam efek psikoaktif.penggunaan medisganja medisArtikel utama: ganja MedisGanja digunakan secara medis memiliki beberapa efek menguntungkan terdokumentasi dengan baik Di antaranya adalah : . Upaya mempersempit mual dan muntah , stimulasi kelaparan di kemoterapi dan pasien AIDS , menurunkan tekanan mata intraokular , serta efek analgesik umum ( pereda nyeri ) . Kurang dikonfirmasi studi individu juga telah dilakukan menunjukkan ganja bermanfaat bagi gamut kondisi berjalan dari multiple sclerosis depresi. Cannabinoids disintesis juga dijual sebagai obat resep , termasuk Marinol ( dronabinol di Amerika Serikat dan Jerman ) dan Cesamet ( nabilone di Kanada , Meksiko , Amerika Serikat dan Inggris ) . Ganja seperti yang digambarkan dalam buku Tanaman Obat Köhler dari 1897Saat ini , US Food and Drug Administration ( FDA ) belum disetujui ganja merokok untuk setiap kondisi atau penyakit di Amerika Serikat , terutama karena FDA mengklaim bukti ilmiah berkualitas baik untuk digunakan dari studi AS kurang .Lainnya , untuk contoh American Society of Medicine Kecanduan , berpendapat bahwa tidak ada " ganja medis " karena bagian-bagian tanaman tersebut gagal memenuhi persyaratan standar untuk obat yang disetujui .Delapan belas negara bagian dan District of Columbia telah dilegalisir ganja untuk keperluan medis dalam undang-undang negara . Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan dalam Coop Amerika Serikat v Oakland Cannabis Buyers ' Gonzales dan v Raich bahwa itu adalah federal pemerintah yang memiliki hak untuk mengatur dan mengkriminalisasi ganja , bahkan untuk tujuan medis dan bahkan jika negara melegalkan . Kanada, Spanyol , Belanda , Perancis, Italia , Republik Ceko dan Austria telah disahkan beberapa bentuk ganja atau ekstrak yang mengandung dosis rendah THC untuk penggunaan obat . Baru-baru ini , Uruguay telah mengambil langkah-langkah menuju melegalkan dan mengatur produksi dan penjualan obat .efek lainnyaArtikel utama: Efek jangka panjang dari ganjaMeskipun efek jangka panjang dari ganja telah dipelajari , masih ada banyak yang harus disimpulkan . Banyak penelitian telah menyelidiki apakah penggunaan jangka panjang ganja dapat menyebabkan atau memberikan kontribusi terhadap perkembangan penyakit seperti penyakit jantung , gangguan bipolar , depresi , perubahan suasana hati atau skizofrenia . Dampaknya pada kecerdasan , memori , fungsi pernapasan dan kemungkinan hubungan penggunaan ganja untuk gangguan mental seperti skizofrenia , psikosis , gangguan depersonalisasi dan depresi masih dalam pembahasan .
Kedua pendukung dan penentang ganja dapat memanggil studi ilmiah banyak mendukung posisi masing-masing Sebagai contoh, sementara ganja telah terlibat dalam pengembangan berbagai gangguan mental dalam beberapa studi , studi ini sangat berbeda , apakah penggunaan ganja . adalah penyebab dari masalah mental ditampilkan dalam pengguna berat , apakah masalah mental yang diperburuk oleh penggunaan ganja , atau kedua-duanya penggunaan ganja dan masalah mental efek dari beberapa penyebab lainnya . Telah menunjukkan bahwa penggunaan ganja telah meningkat , tingkat skizofrenia belum meningkat secara erat . Lester Grinspoon berpendapat bahwa argumen ganja - penyebab - psikosis ini dibantah oleh kurangnya " bahkan blip dalam insiden skizofrenia di AS setelah jutaan orang mulai merokok ganja pada tahun 1960 " . Prevalensi di seluruh dunia skizofrenia adalah sekitar 1 % pada orang dewasa , jumlah penggunaan ganja di negara tertentu tampaknya tidak berpengaruh pada tingkat itu.Sebuah studi medis yang diterbitkan pada tahun 2009 diambil oleh Medical Research Council di London , menyimpulkan pengguna ganja rekreasi tidak melepaskan sejumlah besar dopamin dari dosis ekivalen THC oral untuk rokok ganja standar , dan oleh karena itu penggunaan ganja bisa meninggalkan pengguna rentan terhadap psikosis .
addictivenessArtikel utama: Cannabis ketergantunganDr Jack E. Henningfield dari NIDA peringkat addictiveness relatif 6 zat ( ganja , kafein , kokain , alkohol, heroin dan nikotin ) . Cannabis peringkat paling adiktif , dengan kafein kedua paling adiktif dan nikotin yang paling adiktif .Perkembangan otak RemajaSebuah studi kohort 35 tahun yang diterbitkan Agustus 2012 di Prosiding National Academy of Sciences dan didanai sebagian oleh NIDA dan lembaga NIH lain melaporkan hubungan antara penggunaan ganja jangka panjang dan penurunan neuropsikologi , bahkan setelah mengendalikan pendidikan. Itu menemukan bahwa terus-menerus , penggunaan tergantung ganja sebelum usia 18 dikaitkan dengan bahaya yang langgeng untuk kecerdasan , perhatian dan memori seseorang , dan sugestif bahaya neurologis dari ganja . Berhenti ganja tidak muncul untuk membalikkan kerugian . Namun, orang yang mulai menggunakan ganja setelah usia 18 tidak menunjukkan penurunan yang serupa .Hasil penelitian ini berasal dipertanyakan ketika dalam analisis baru yang dipublikasikan Januari 2013 di Prosiding National Academy of Sciences , peneliti dari Oslo Ragnar Frisch Pusat Penelitian Ekonomi mencatat perbedaan lain antara kelompok studi termasuk pendidikan , pekerjaan dan faktor sosial ekonomi lainnya yang menunjukkan efek yang sama pada IQ sebagai penggunaan ganja . Dari abstrak : " penelitian yang ada menunjukkan model pengganggu alternatif berdasarkan waktu bervariasi efek status sosial ekonomi pada IQ Sebuah simulasi dari model pengganggu mereproduksi asosiasi dilaporkan dari [ Agustus 2012 studi ] , menunjukkan bahwa efek kausal diperkirakan pada Meier . et al . kemungkinan estimasi yang berlebihan , dan bahwa efek sebenarnya bisa menjadi nol " para peneliti menunjuk tiga studi lain yang menunjukkan ganja tidak menyebabkan penurunan IQ . studi-studi menunjukkan bahwa perokok berat memiliki pengurangan yang jelas dalam IQ , tapi mereka tidak permanen . A 2012 artikel Juli di Otak melaporkan penurunan konektivitas saraf di beberapa daerah otak setelah penggunaan ganja berat berkepanjangan dimulai pada masa remaja atau dewasa muda . Sebuah studi 2012 yang dilakukan oleh peneliti di UC San Diego gagal menunjukkan efek merusak pada otak remaja dari penggunaan ganja . Peneliti melihat scan otak diambil sebelum dan sesudah subyek berusia 16-20 tahun yang mengkonsumsi alkohol dan membandingkannya dengan subyek pada usia yang sama yang menggunakan ganja sebagai gantinya. 92 orang Penelitian dilakukan selama periode delapan belas bulan . Sementara penggunaan alkohol remaja mengakibatkan penurunan masalah kesehatan jaringan otak putih diamati , penggunaan ganja tidak terkait dengan kerusakan struktural. Studi ini tidak mengukur kinerja kognitif subyek 'Studi ini telah dipublikasikan dalam Alcoholism : . Clinical and Experimental Research pada Januari 2013.Teori obat GatewayInformasi lebih lanjut : Teori obat GatewaySejak tahun 1950-an , kebijakan obat Amerika Serikat telah dibimbing oleh asumsi bahwa mencoba ganja meningkatkan kemungkinan bahwa pengguna akhirnya akan menggunakan " keras " obat . Hipotesis ini telah menjadi salah satu pilar utama kebijakan obat anti - ganja di Amerika Serikat , meskipun validitas dan implikasi dari hipotesis ini hangat diperdebatkan Penelitian telah menunjukkan bahwa merokok tembakau adalah prediktor yang lebih baik dari penggunaan narkoba keras terlarang bersamaan dibandingkan merokok ganja .Tidak ada studi yang diterima secara luas yang pernah menunjukkan hubungan sebab -akibat antara penggunaan ganja dan penggunaan kemudian obat keras seperti heroin dan kokain . Namun, prevalensi tembakau iklan rokok dan praktek pencampuran tembakau dan ganja bersama-sama dalam sendi tunggal yang besar , umum di Eropa , diyakini kofaktor dalam mempromosikan ketergantungan nikotin di kalangan anak muda mencoba ganja .A 2005 Ulasan komprehensif terhadap sastra pada gateway hipotesis ganja menemukan bahwa ciri-ciri yang sudah ada dapat mempengaruhi pengguna untuk kecanduan pada umumnya , ketersediaan beberapa obat dalam pengaturan tertentu mengacaukan pola prediksi dalam penggunaannya , dan obat sub - budaya yang lebih berpengaruh dari ganja itu sendiri . Penelitian menyerukan penelitian lebih lanjut tentang " konteks sosial , karakteristik individu , dan efek obat " untuk menemukan hubungan yang sebenarnya antara ganja dan penggunaan obat lain . Beberapa studi menyatakan bahwa sementara tidak ada bukti untuk gateway ini hipotesis ,  pengguna ganja muda masih harus dipertimbangkan sebagai kelompok risiko untuk program intervensi Temuan lain . Menunjukkan bahwa pengguna narkoba keras cenderung " poli - obat " pengguna , dan bahwa intervensi harus mengatasi penggunaan beberapa obat bukan obat keras tunggal. Hipotesis gateway lain adalah bahwa efek gerbang dapat dideteksi sebagai akibat dari " faktor umum " terlibat dengan menggunakan obat-obatan ilegal . Karena status ilegalnya , pengguna ganja lebih mungkin berada dalam situasi yang memungkinkan mereka untuk berkenalan dengan orang-orang yang menggunakan dan menjual obat-obatan terlarang lainnya . Dengan argumen ini , beberapa studi telah menunjukkan bahwa alkohol dan tembakau mungkin dianggap sebagai obat gerbang . Namun , penjelasan yang lebih pelit bisa jadi bahwa ganja hanya lebih mudah tersedia (dan pada usia lebih dini ) dibandingkan obat keras ilegal , dan alkohol / tembakau pada gilirannya lebih mudah untuk mendapatkan lebih awal dari ganja ( meskipun sebaliknya mungkin benar di beberapa daerah ) , sehingga mengarah ke " urutan gerbang " pada orang-orang yang paling mungkin untuk bereksperimen dengan obat yang ditawarkan . Sebuah studi 2008 di Karolinska Institute menyarankan bahwa tikus muda diobati dengan THC menerima peningkatan motivasi untuk penggunaan narkoba , heroin dalam penelitian ini , dalam kondisi stres .Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Health and Social Behavior menemukan bahwa faktor utama dalam pengguna pindah ke obat lain adalah umur , kekayaan, status pengangguran , dan stres psikologis . Studi ini menyimpulkan bahwa tidak ada validitas untuk " teori gerbang " dan bahwa penggunaan narkoba lebih terkait erat dengan situasi kehidupan seseorang , meskipun pengguna ganja lebih mungkin untuk menggunakan obat lain . Memori , belajar , dan kecerdasanPeneliti dari University of California , San Diego School of Medicine gagal menunjukkan substansial , efek neurologis sistemik dari penggunaan rekreasi jangka panjang ganja . Tim peneliti menemukan bahwa penggunaan ganja tidak mempengaruhi persepsi , tetapi tidak menyebabkan kerusakan otak permanen . Para peneliti melihat data dari 15 studi terkontrol yang diterbitkan sebelumnya yang melibatkan 704 pengguna ganja jangka panjang dan 484 non pengguna . Hasil penelitian menunjukkan penggunaan ganja jangka panjang itu hanya sedikit berbahaya pada memori dan belajar . Fungsi lain seperti waktu reaksi , perhatian , bahasa , kemampuan penalaran , persepsi dan keterampilan motorik yang tidak terpengaruh . Efek yang diamati pada memori dan pembelajaran , kata mereka, menunjukkan penggunaan ganja dalam jangka panjang menyebabkan " kerusakan memori selektif " , tapi bahwa dampak itu " dengan magnitude yang sangat kecil " .kegemukanMenurut sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology , obesitas lebih rendah pada pengguna ganja daripada bukan pengguna . Penulis studi ini melihat data dari dua studi epidemiologi perwakilan bagi warga AS berusia 18 tahun keatas Angka kegemukan . Pada mereka yang tidak menggunakan ganja adalah 22 % dan 25,3 % . Peserta penelitian yang merokok ganja setidaknya tiga kali seminggu memiliki tingkat obesitas sebesar 14,3 % dan 17,2 % . Hubungan antara ganja merokok dan menurunkan risiko obesitas tetap kuat setelah faktor-faktor seperti kebiasaan merokok , usia dan jenis kelamin , yang bisa memiliki berdampak pada obesitas , yang diperhitungkan . Ganja dikenal untuk merangsang rasa lapar , tapi dua cannabinoids , Thcv dan cannabidiol , ditemukan memiliki efek menekan nafsu makan . Dalam tes hewan , obat tersebut juga berdampak pada tingkat lemak dalam tubuh serta respon terhadap insulin . Senyawa Cannabis ditunjukkan untuk meningkatkan metabolisme pada tikus , yang mengarah ke tingkat yang lebih rendah dari lemak di hati dan menurunkan kolesterol . Percobaan manusia sedang dilakukan untuk menemukan obat penargetan penyakit terkait obesitas . fungsi paruLihat juga : Cannabis - terkait penyakit pernapasanSebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam JAMA dan didanai oleh National Institutes of Health memandang populasi lebih dari 5.115 pria dan wanita untuk melihat apakah ganja merokok memiliki efek pada sistem paru mirip dengan merokok tembakau dari Amerika . Para peneliti menemukan " menggunakan ganja kumulatif Sesekali dan rendah tidak dikaitkan dengan efek buruk pada fungsi paru . " Merokok rata-rata satu sendi sehari selama tujuh tahun , mereka menemukan , tidak memperburuk kesehatan paru . Dr Donald Tashkin mengomentari studi tersebut , mengatakan itu mengkonfirmasi temuan dari beberapa studi lain  menunjukkan " bahwa pada dasarnya tidak ada hubungan yang signifikan antara paparan ganja dan penurunan fungsi paru-paru . " Dia mencatat meskipun mengandung bahan-bahan berbahaya yang sama , salah satu alasan asap ganja mungkin tidak berbahaya karena asap tembakau mungkin karena efek anti - inflamasi dari THC . " Kami tidak tahu pasti, tapi kemungkinan sangat wajar adalah THC yang benar-benar dapat mengganggu perkembangan penyakit paru obstruktif kronik " , Tashkin diuraikan . Dalam penelitian sendiri , Tashkin tiba-tiba menemukan bahwa merokok hingga tiga sendi sehari tampaknya tidak memiliki penurunan fungsi paru-paru . Tashkin berkata , " Saya berpikir bahwa intinya adalah bahwa ada tampaknya tidak akan ada dampak negatif pada fungsi paru-paru dari merokok ganja . " keselamatanKarena rendahnya jumlah penelitian yang dilakukan pada ganja , tidak ada cukup bukti untuk mencapai kesimpulan mengenai efek ganja pada keseluruhan risiko kematian atau umur .  Cannabis belum terbukti telah menyebabkan kematian tetapi asosiasi saat ini yang diteliti  Ada laporan medis sesekali infark , stroke dan lainnya efek samping kardiovaskular  efek kardiovaskular Marijuana itu tidak terkait dengan masalah kesehatan yang serius bagi kebanyakan anak muda , pengguna yang sehat . Menurut 2006 Britania Raya laporan pemerintah , menggunakan ganja jauh lebih berbahaya daripada rokok , obat resep , dan alkohol dalam bahaya sosial , kerusakan fisik , dan kecanduan . Harvard Dr Lester Grinspoon , telah dinyatakan dalam sebuah editorial surat kabar bahwa " ganja herbal sangat beracun " . Dr Stephen Ross , seorang profesor psikiatri anak dan kecanduan di Rumah Sakit Tish New York University menjelaskan laporan dari beberapa kematian ganja terkait : " kematian yang berhubungan dengan obat adalah hasil dari kegiatan yang dilakukan sementara pada obat , seperti mengemudi di bawah pengaruh " AS penyalahgunaan Zat dan Kesehatan Mental Layanan Administrasi dinyatakan dalam Surat Juli 2001 laporan dari Drug Abuse Warning data Jaringan kematian : . " . Marijuana jarang satu-satunya obat yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba kematian demikian , dalam banyak kasus, proporsi ganja terlibat kasus dicap sebagai ' Satu obat ' ( yaitu, hanya ganja ) akan menjadi nol atau hampir nol " . THC , konstituen psikoaktif utama dari tanaman ganja , memiliki toksisitas yang sangat rendah . Sebuah studi tahun 1998 yang diterbitkan dalam The Lancet melaporkan : " Tidak ada dikonfirmasi diterbitkan kasus di seluruh dunia kematian manusia akibat keracunan ganja , dan dosis THC diperlukan untuk menghasilkan kematian 50 % pada hewan pengerat sangat tinggi dibandingkan dengan obat lain yang biasa digunakan "  Cannabis peneliti Dr Paul Hornby mengatakan bahwa " Anda harus merokok sesuatu seperti 15.000 sendi dalam 20 menit untuk mendapatkan jumlah racun delta - 9 tetrahydrocannibinol " . kematian Rekaman yang dihasilkan dari ganja overdosis pada hewan umumnya hanya setelah injeksi intravena minyak ganja .Evaluasi keselamatan dan tolerabilitas Sativex , persiapan farmakologis yang terbuat dari cannabinoid , telah menyimpulkan bahwa memang well- ditoleransi dan , dalam satu kelas pasien , berguna .Banyak penelitian telah melihat efek dari merokok ganja pada sistem pernapasan . Asap ganja mengandung ribuan senyawa kimia organik dan anorganik . Tar ini secara kimiawi mirip dengan yang ditemukan dalam asap tembakau atau cerutu . [ 92 ] Lebih dari lima puluh dikenal sebagai karsinogen telah diidentifikasi dalam asap ganja . [ 93 ] Ini termasuk nitrosamin , aldehida reaktif , dan hidrokarbon polycylic , termasuk benz [ a] pyrene . [ 94 ] asap Marijuana terdaftar sebagai agen kanker di California pada tahun 2009 . [ 95 ] A 2012 tinjauan pustaka oleh Lung Inggris Yayasan diidentifikasi ganja asap sebagai karsinogen dan juga menemukan kesadaran bahaya adalah rendah dibandingkan dengan kesadaran yang tinggi akan bahaya tembakau merokok khususnya di kalangan pengguna muda . Pengamatan lain mencakup peningkatan risiko dari setiap batang rokok ganja karena menggambar di puff besar asap dan menahan mereka , kurangnya penelitian tentang pengaruh asap ganja sendiri karena pencampuran ganja dan tembakau dan sering penggunaan tembakau umum oleh pengguna ganja , tingkat rendah kecanduan dibandingkan dengan tembakau , dan sifat episodik ganja digunakan dibandingkan dengan stabil sering merokok tembakau [ 96 ] tinjauan tersebut telah dikritik oleh David Nutt [ 97 ] Berbeda dengan laporan Yayasan paru Inggris, sebuah studi besar 2006 tidak menemukan paru-paru . . Link kanker ganja , bahkan pada perokok berat , ketika disesuaikan untuk beberapa pembaur termasuk merokok dan penggunaan alkohol . Varietas dan galurJenis CannabisCannabis indica mungkin memiliki CBD : rasio THC 4-5 kali dari Cannabis sativa . Strain ganja dengan CBD relatif tinggi : THC rasio cenderung menginduksi kecemasan daripada sebaliknya . Hal ini mungkin karena efek antagonis CBD pada reseptor cannabinoid , dibandingkan dengan efek agonis parsial THC itu . CBD juga merupakan agonis reseptor 5 - HT1A , yang juga dapat menyebabkan efek anxiolytic [ 99 ] Ini mungkin berarti konsentrasi tinggi ditemukan di CBD Cannabis indica mengurangi efek anxiogenic THC secara signifikan . [ 99 ] Efek sativa berada. terkenal karena tinggi otak nya , maka digunakan siang hari sebagai ganja medis , sementara indica dikenal untuk efek penenang dan waktu malam disukai sebagai ganja medis. [ 99 ]Konsentrasi bahan psikoaktifMenurut Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan ( UNODC ) , " jumlah yang hadir THC dalam sampel ganja umumnya digunakan sebagai ukuran potensi ganja . " [ 100 ] Tiga bentuk utama dari produk ganja adalah bunga , resin ( ganja ) , dan minyak ( oil hash ) . UNODC menyatakan bahwa ganja sering berisi konten THC 5 % , resin " dapat berisi hingga 20 % konten THC " , dan bahwa "minyak Cannabis mungkin berisi lebih dari 60 % konten THC . " [ 100 ]Sebuah studi ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2000 dalam Journal of Forensic Sciences ( JFS ) menemukan bahwa potensi ( isi THC ) ganja disita di Amerika Serikat (AS ) naik dari " sekitar 3,3 % pada tahun 1983 dan 1984 " , untuk " 4,47 % di 1997 " . Hal ini juga menyimpulkan bahwa " cannabinoid utama lainnya ( yaitu , CBD , CBN , dan CBC ) " ( bahan kimia lainnya pada ganja ) " menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dalam konsentrasi mereka selama bertahun-tahun " . [ 101 ] Lebih penelitian terbaru yang dilakukan di University of Mississippi Pemantauan Proyek potensi telah menemukan bahwa kadar THC rata-rata sampel ganja antara tahun 1975 dan 2007 telah terus meningkat . [ 102 ] dari contoh tingkat THC pada tahun 1985 rata-rata 3,48 % pada tahun 2006 ini meningkat menjadi rata-rata 8,77% . [ 102 ]Pencegahan Cannabis Nasional Australia dan Informasi Pusat ( NCPIC ) menyatakan bahwa tunas ( bunga ) dari tanaman ganja perempuan mengandung konsentrasi tertinggi THC , diikuti oleh daun . Batang dan biji memiliki " tingkat THC jauh lebih rendah " . [ 103 ] PBB menyatakan bahwa daun dapat berisi sepuluh kali lebih THC dari tunas , dan batang seratus kali lebih THC . [ 100 ]Setelah revisi ganja penjadwalan ulang di Inggris , pemerintah bergerak ganja kembali dari kelas C ke kelas B obat . Alasan konon adalah munculnya ganja potensi tinggi . Mereka percaya rekening sigung untuk antara 70 dan 80 % dari sampel disita oleh polisi [ 104 ] ( meskipun fakta bahwa sigung terkadang bisa salah keliru untuk semua jenis ganja herbal ) [ 105 ] [ 106 ] Ekstrak seperti ganja dan minyak hash . biasanya mengandung lebih THC daripada bunga ganja potensi tinggi .persiapan

    
bunga kering

    
kemalasan

    
ganja

    
mencat

    
minyak hash

    
Infusion ( mentega susu )

    
resin pipaSeluruh bunga dan daunIstilah ganja atau marijuana pada umumnya mengacu pada bunga kering dan daun subtending dan batang tanaman ganja perempuan. [ 107 ] ini adalah bentuk yang paling banyak dikonsumsi , mengandung 3 % sampai 22 % THC . [ 108 ] [ 109 ] Sebaliknya , varietas ganja digunakan untuk memproduksi ganja industri mengandung kurang dari 1 % THC dan dengan demikian tidak dihargai untuk penggunaan rekreasi . [ 110 ]Ini adalah bahan saham dari mana semua persiapan lainnya berasal . Perlu dicatat bahwa ganja atau ekstrak yang harus cukup dipanaskan atau dehidrasi menyebabkan dekarboksilasi dari cannabinoid yang paling berlimpah , asam tetrahydrocannabinolic ( THCA ) , menjadi psikoaktif THC . [ 111 ]kemalasanArtikel utama: KiefKief adalah bubuk , kaya trikoma , [ 112 ] yang dapat disaring dari daun dan bunga tanaman ganja dan baik dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau dikompresi untuk menghasilkan kue ganja [ 113 ] Kata " kif " berasal dari bahasa Arab . : كيف Kayf , berarti kesejahteraan atau kesenangan . [ 114 ]ganjaArtikel utama: HashishHashish ( juga dieja hasis , hashisha , atau hanya hash ) adalah resin kue pekat atau bola dihasilkan dari kemalasan ditekan , para trichromes terpisah dan material halus yang jatuh dari bunga dan daun Cannabis . [ 115 ] Ini bervariasi dalam warna dari hitam menjadi emas coklat tergantung pada kemurnian dan berbagai kultivar itu diperoleh dari [ 116 ] Hal ini dapat dikonsumsi secara oral atau diasapi. [ 117 ] .mencatArtikel utama: Hijau naga ( tingtur )Cannabinoids dapat diekstraksi dari materi tanaman ganja menggunakan semangat tinggi -bukti (sering alkohol gandum ) untuk membuat tingtur , sering disebut sebagai Green dragon [ 118 ] Nabiximols adalah nama produk bermerek dari perusahaan farmasi manufaktur tingtur . [ 119 ] .minyak hashArtikel utama: minyak HashMinyak hash diperoleh dari tanaman ganja dengan ekstraksi pelarut , dan berisi cannabinoids hadir dalam minyak alami dari bunga ganja dan daun [ 120 ] The pelarut . Yang menguap meninggalkan minyak sangat terkonsentrasi . Minyak rami sangat berbeda dari kedua minyak biji rami dan minyak esensial bunga Cannabis . [ 121 ] Karena kemurniannya , produk ini dikonsumsi oleh merokok , menguap , makan , atau dioleskan .infusAda banyak jenis ganja infus karena berbagai pelarut non-volatile yang digunakan . Bahan tanaman dicampur dengan pelarut dan kemudian ditekan dan disaring untuk mengekspresikan minyak tanaman ke dalam pelarut . Contoh pelarut yang digunakan dalam proses ini adalah cocoa butter , mentega susu , minyak goreng , gliserin , dan pelembab kulit. Tergantung pada pelarut , ini dapat digunakan dalam makanan ganja atau dioleskan . [ 122 ]ganja tercemarKontaminan dapat ditemukan dalam ganja diperoleh dari " sabun batangan " -jenis sumber . [ 123 ] Bunga-bunga kering dari tanaman mungkin terkontaminasi oleh tanaman mengambil logam berat dan racun lainnya dari lingkungan yang berkembang , [ 124 ] atau dengan penambahan timbal atau manik-manik kaca , digunakan untuk meningkatkan berat badan atau membuat ganja tampak seolah-olah memiliki lebih kristal tampak trikoma menunjukkan konten THC lebih tinggi . [ 125 ] Iin Belanda , kapur telah digunakan untuk membuat ganja tampak lebih tinggi kualitas [ 126 ] Peningkatan berat produk ganja di Jerman dengan timbal menyebabkan keracunan timbal pada pengguna setidaknya 29 . . [ 127 ]Meskipun ganja yang umumnya dianggap sebagai produk alami atau " bebas kimia " , [ 128 ] dalam survei Australia baru-baru [ 129 ] satu dari empat warga Australia menganggap ganja dalam ruangan tumbuh di bawah kondisi hidroponik menjadi resiko kesehatan yang lebih besar karena meningkatnya kontaminasi , ditambahkan ke pabrik selama kultivasi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas .konsumsiArtikel utama: Konsumsi GanjagabunganSebuah vaporizer forced-air . The dilepas balon ( atas) mengisi dengan uap yang kemudian dihirup .Metode konsumsiCannabis dikonsumsi dalam berbagai cara : [ 130 ]

    
merokok, yang biasanya melibatkan menghirup cannabinoids menguap ( " asap " ) dari pipa kecil , bong ( versi portabel hookah dengan ruang air ) , sendi yang dibungkus kertas atau menumpulkan tembakau daun dibungkus , klip roach , dan item lainnya . [ 131 ]

    
vaporizer , yang memanaskan ganja herbal untuk 330-375 ° F ( 166-191 ° C ) , menyebabkan bahan aktif menguap menjadi uap tanpa membakar bahan tanaman ( titik didih THC adalah 390,4 ° F ( 199,1 ° C ) di tekanan mmHg 760 ) . [ 132 ]

    
Cannabis teh, yang mengandung konsentrasi yang relatif kecil karena THC THC adalah minyak ( lipofilik ) dan hanya sedikit larut dalam air ( dengan kelarutan 2,8 mg per liter ) . [ 133 ] Cannabis teh dibuat dengan terlebih dahulu menambahkan lemak jenuh air panas ( misalnya krim atau susu kecuali skim ) dengan sejumlah kecil ganja . [ 134 ]

    
Edibles , dimana ganja ditambahkan sebagai bahan untuk salah satu dari berbagai makanan .Mekanisme tindakanLipid kelarutan hasil cannabinoids pada mereka bertahan dalam tubuh untuk jangka waktu yang lama tinggi . [ 135 ] Bahkan setelah administrasi tunggal dari THC , tingkat terdeteksi THC dapat ditemukan dalam tubuh selama beberapa minggu atau lebih ( tergantung pada jumlah dikelola dan sensitivitas dari metode penilaian ) [ 135 ] sejumlah peneliti telah menyarankan bahwa ini merupakan faktor penting dalam efek ganja , mungkin karena cannabinoids dapat terakumulasi dalam tubuh , terutama di membran lipid neuron . [ 136 ] .Tidak sampai akhir abad ke-20 mekanisme spesifik tindakan THC di tingkat saraf dipelajari . Para peneliti telah kemudian menegaskan bahwa THC diberikannya efek yang paling menonjol melalui tindakan pada dua jenis reseptor cannabinoid , CB1 reseptor dan reseptor CB2 , yang keduanya G - Protein reseptor ditambah . [ 137 ] The CB1 reseptor yang ditemukan terutama di otak serta di beberapa jaringan perifer , dan reseptor CB2 ditemukan terutama pada jaringan perifer , namun juga diekspresikan dalam sel-sel neuroglial serta [ 138 ] THC muncul untuk mengubah suasana hati dan kognisi melalui tindakan agonis terhadap reseptor CB1 , yang . menghambat sistem utusan sekunder ( adenilat siklase ) dengan cara yang tergantung dosis . Tindakan ini dapat diblokir oleh selektif CB1 antagonis reseptor SR141716A ( rimonabant ) , yang telah ditunjukkan dalam uji klinis untuk menjadi pengobatan yang efektif untuk berhenti merokok , berat badan , dan sebagai sarana untuk mengontrol atau mengurangi faktor risiko sindrom metabolik . [ 139 ] Namun, karena efek dysphoric CB1 antagonis , obat ini sering dihentikan karena efek samping . [ 140 ]Via CB1 aktivasi , THC tidak langsung meningkatkan pelepasan dopamin dan menghasilkan efek psikotropika . Cannabidiol juga bertindak sebagai modulator alosterik dari mu dan reseptor opioid delta . [ 141 ] THC juga mempotensiasi efek dari reseptor glisin . [ 142 ] Peran interaksi ini dalam " ganja tinggi " tetap sulit dipahami .Deteksi konsumsi

Artikel utama: pengujian obat CannabisTHC dan yang utama ( tidak aktif ) metabolit , THC - COOH , dapat diukur dalam darah , urin , rambut, cairan oral atau keringat menggunakan teknik kromatografi sebagai bagian dari penggunaan program uji obat atau penyelidikan forensik dari lalu lintas atau tindak pidana lainnya . [ 143 ] konsentrasi diperoleh dari analisis seperti itu sering dapat membantu dalam membedakan penggunaan aktif dari paparan pasif , waktu berlalu sejak digunakan, dan luasnya atau durasi penggunaan . Tes ini tidak bisa, bagaimanapun , membedakan berwenang merokok ganja untuk keperluan medis dari merokok rekreasi yang tidak sah . [ 144 ] Komersial immunoassays cannabinoid , sering digunakan sebagai metode skrining awal ketika pengujian spesimen fisiologis untuk kehadiran ganja , memiliki derajat yang berbeda reaktivitas silang dengan THC dan metabolitnya [ 145 ] Urine . mengandung terutama THC - COOH , sementara rambut , cairan mulut dan keringat mengandung terutama THC . [ 143 ] Darah mungkin mengandung kedua zat , dengan jumlah relatif tergantung pada kebaruan dan tingkat penggunaan . [ 143 ]Tes Duquenois - Levine umumnya digunakan sebagai tes skrining di lapangan , tetapi tidak dapat definitif mengkonfirmasi keberadaan ganja , sebagai berbagai macam zat telah terbukti memberikan hasil positif palsu Meskipun demikian , itu adalah umum di Amerika Serikat untuk jaksa untuk mencari tawar-menawar pembelaan atas dasar tes DL positif , mengklaim mereka definitif , atau bahkan untuk mencari keyakinan tanpa menggunakan konfirmasi kromatografi gas , yang hanya dapat dilakukan di laboratorium . [ 146 ] pada tahun 2011 , para peneliti di John Jay College, Hukum Pidana melaporkan bahwa suplemen seng makanan dapat menutupi kehadiran THC dan obat lain dalam urin . Klaim serupa telah dibuat di forum web tentang topik itu. [ 147 ]produksiArtikel utama: budidaya CannabisHal ini sering diklaim oleh petani dan peternak ganja herbal bahwa kemajuan dalam pemuliaan dan teknik budidaya telah meningkatkan potensi ganja sejak akhir 1960-an dan awal 70-an , ketika THC pertama kali ditemukan dan dipahami . Namun , ganja tanpa biji ampuh seperti " tongkat Thai" sudah tersedia pada waktu itu . Sinsemilla ( bahasa Spanyol untuk "tanpa biji " ) adalah kering, perbungaan tanpa biji tanaman ganja perempuan. Karena produksi THC menurun setelah penyerbukan terjadi, tanaman jantan (yang menghasilkan sedikit THC sendiri ) dihilangkan sebelum mereka menumpahkan serbuk sari untuk mencegah penyerbukan . Teknik budidaya canggih seperti hidroponik , kloning , pencahayaan buatan intensitas tinggi , dan laut metode hijau sering digunakan sebagai respon ( sebagian) untuk upaya penegakan larangan yang membuat budidaya luar ruangan lebih berisiko . Hal ini sering dikutip bahwa tingkat rata-rata THC dalam ganja yang dijual di Amerika Serikat meningkat secara dramatis antara tahun 1970 dan 2000 , namun pernyataan tersebut kemungkinan miring karena berat badan yang tidak semestinya diberikan kepada sampel jauh lebih mahal dan kuat , tetapi kurang lazim . [ 148 ]" Skunk " mengacu pada beberapa strain bernama ganja kuat, tumbuh melalui pembiakan selektif dan kadang-kadang hidroponik. Ini adalah cross- breed Cannabis sativa indica dan C. (meskipun jenis lainnya campuran ini ada dalam kelimpahan ) . Potensi ganja Skunk berkisar biasanya dari 6 % menjadi 15 % dan jarang setinggi 20 % . Rata-rata tingkat THC di kedai kopi di Belanda adalah sekitar 18-19 % . [ 149 ]hargaHarga atau jalan nilai ganja bervariasi tergantung pada wilayah geografis dan potensi . [ 150 ]Di Amerika Serikat , ganja secara keseluruhan tanaman # 4 nilai , dan # 1 atau # 2 di banyak negara , termasuk California , New York dan Florida , rata-rata $ 3,000 / lb [ 151 ] [ 152 ] Hal ini diyakini menghasilkan estimasi $ 36000000000 pasar [ 153 ] Sebagian besar uang yang dihabiskan bukan pada tumbuh dan memproduksi tetapi pada penyelundupan pasokan ke pembeli . . Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan di Dunia klaim nya Drug Report 2008 bahwa harga ritel US $ khas 10-15 per gram ( sekitar $ 280-420 per ons ) . Harga jalan di Amerika Utara diketahui berkisar dari sekitar $ 150 sampai $ 400 per ounce , tergantung pada kualitas . [ 154 ]The European Monitoring Centre Obat dan laporan Ketergantungan Obat bahwa harga eceran khas di Eropa untuk ganja bervariasi dari 2 sampai 20 € € per gram , dengan mayoritas negara Eropa melaporkan harga di kisaran 4-10 € . [ 155 ] Di Amerika Raya , tanaman ganja memiliki nilai jalanan perkiraan sebesar £ 300, [ 156 ] tetapi ritel untuk pengguna akhir di sekitar £ 160/oz .sejarahLihat juga : Cannabis , Hemp , Perang terhadap Narkoba , dan sejarah Hukum ganja di Amerika SerikatKarakter Cina untuk hemp (麻atau MA) menggambarkan dua tanaman di bawah tempat penampungan. [ 157 ] budidaya Cannabis tanggal kembali setidaknya 10.000 tahun di Taiwan . [ 158 ]Cannabis adalah adat untuk Asia Tengah dan Selatan [ 159 ] Bukti menghirup asap ganja dapat ditemukan di milenium ke-3 SM , seperti yang ditunjukkan oleh hangus biji ganja ditemukan di sebuah anglo ritual di situs pemakaman kuno di masa kini Rumania. . [ 160 ] pada tahun 2003 , keranjang kulit diisi dengan fragmen daun ganja dan biji ditemukan sebelah 2.500 - dukun mumi 2.800 tahun di wilayah barat laut Xinjiang Uygur Otonomi Cina [ 161 ] [ 162 ] .Cannabis juga diketahui telah digunakan oleh umat Hindu kuno India dan Nepal ribuan tahun yang lalu . Ramuan ini disebut ganjika dalam bahasa Sansekerta ( गांजा , ganja di yang modern bahasa Indo - Arya ) . [ 163 ] [ 164 ] The soma obat kuno, disebutkan dalam Veda , kadang-kadang dikaitkan dengan ganja . [ 165 ]Cannabis juga dikenal Asiria kuno , yang menemukan sifat psikoaktif melalui Arya [ 166 ] Menggunakan dalam beberapa upacara keagamaan , mereka menyebutnya qunubu (berarti " cara untuk menghasilkan asap " ) , asal kemungkinan dari kata modern " . ganja " [ 167 ] Cannabis juga diperkenalkan oleh bangsa Arya kepada orang Skit , Thracia dan Dacians , yang dukun ( yang kapnobatai - . " mereka yang berjalan di asap / awan " ) membakar bunga ganja untuk menginduksi keadaan trance . [ 168 ]Cannabis sativa dari Wina Dioscurides , 512 ADCannabis memiliki sejarah kuno penggunaan ritual dan ditemukan dalam kultus farmakologi di seluruh dunia . Biji rami ditemukan oleh arkeolog di Pazyryk menunjukkan praktek awal seremonial seperti makan oleh Scythians terjadi selama 5 sampai abad ke-2 SM , membenarkan laporan historis sebelumnya oleh Herodotus . [ 169 ] Seorang penulis mengklaim ganja yang digunakan sebagai sakramen agama oleh orang-orang Yahudi kuno dan Kristen awal [ 170 ] [ 171 ] karena kemiripan antara bahasa Ibrani kata " qannabbos " ( " ganja " ) dan frase Ibrani " qené bósem " ( " tebu aromatik " ) . Itu digunakan oleh umat Islam di berbagai sufi sedini periode Mamluk , misalnya dengan Qalandars . [ 172 ]Sebuah studi yang diterbitkan dalam Afrika Journal Selatan Sains menunjukkan bahwa " pipa digali dari taman rumah Shakespeare di Stratford -upon - Avon mengandung jejak ganja . " [ 173 ] Analisis kimia dilakukan setelah peneliti berhipotesis bahwa "kata gulma "yang disebutkan dalam Soneta 76 dan " perjalanan di kepala saya "dari Sonnet 27 bisa referensi ke ganja dan penggunaannya [ 174 ] Contoh sastra klasik menampilkan ganja termasuk Les paradis artificiels oleh Charles Baudelaire dan The Hasheesh Eater oleh Fitz Hugh . Ludlow .John Gregory Bourke menggambarkan penggunaan " mariguan " , yang ia mengidentifikasi sebagai Cannabis indica atau India rami , oleh penduduk Meksiko wilayah Texas Rio Grande pada tahun 1894 . Dia menjelaskan kegunaan untuk pengobatan asma , untuk mempercepat pengiriman, untuk mengusir penyihir , dan sebagai cinta - pekasih . Ia juga menulis bahwa banyak orang Meksiko ditambahkan ramuan untuk cigarritos atau mescal , sering mengambil menggigit gula sesudahnya untuk mengintensifkan efek. Bourke menulis bahwa karena itu sering digunakan dalam campuran dengan toloachi ( yang ia tidak akurat menggambarkan sebagai Datura stramonium ) , mariguan adalah salah satu dari beberapa tanaman yang dikenal sebagai " loco gulma " . Bourke dibandingkan mariguan ke hasis , yang ia sebut " salah satu kutukan terbesar dari Timur " , mengutip laporan bahwa pengguna " menjadi maniak dan cenderung untuk melakukan segala macam tindakan kekerasan dan pembunuhan " , menyebabkan degenerasi tubuh dan konyol penampilan, dan menyebutkan hukum terhadap penjualan ganja " di kebanyakan negara Timur " . [ 175 ] [ 176 ] [ 177 ]Cannabis indica ekstrak cairan , Amerika druggists Syndicate , pra - 1937Cannabis dikriminalisasi di berbagai negara dimulai pada awal abad ke-20 . Di Amerika Serikat , pembatasan pertama untuk penjualan ganja datang pada tahun 1906 ( di District of Columbia ) . [ 178 ] Hal ini dilarang di Afrika Selatan pada tahun 1911 , di Jamaika ( maka koloni Inggris ) pada tahun 1913 , dan di Inggris dan Selandia Baru pada tahun 1920 [ 179 ] Kanada dikriminalisasi ganja di Opium and Drug Act of 1923 , sebelum laporan penggunaan obat di Kanada . . Pada tahun 1925 kompromi dibuat di sebuah konferensi internasional di Den Haag tentang Konvensi Opium Internasional yang melarang ekspor " rami India" ke negara-negara yang telah dilarang penggunaannya , dan membutuhkan negara pengimpor untuk mengeluarkan sertifikat menyetujui impor dan menyatakan bahwa pengiriman itu diperlukan " secara eksklusif untuk tujuan medis atau ilmiah " . Hal ini juga diperlukan pihak untuk " melaksanakan kontrol yang efektif alam rupa untuk mencegah lalu lintas internasional gelap ganja India dan terutama di resin " . [ 180 ] [ 181 ]Di Amerika Serikat pada tahun 1937 , Undang-Undang Nomor ganja disahkan , dan melarang produksi ganja di samping ganja . Alasan bahwa ganja juga termasuk dalam undang-undang ini adalah sengketa - beberapa sarjana telah menyatakan bahwa UU disahkan untuk menghancurkan industri rami AS, [ 182 ] [ 183 ] [ 184 ] dengan keterlibatan utama dari pengusaha Andrew Mellon , Randolph Hearst , dan Pont Du keluarga [ 182 ] [ 184 ] dengan penemuan pengupas tersebut , ganja menjadi pengganti yang sangat murah untuk bubur kertas yang digunakan dalam industri surat kabar [ 182 ] [ 185 ] dan Hearst akibatnya percaya . bahwa nya kepemilikan kayu yang luas berada di ancaman . Mellon , Menteri Keuangan dan orang terkaya di Amerika pada saat itu , telah banyak berinvestasi dalam serat sintetis baru DuPont , nilon , dan percaya bahwa penggantian sumber daya tradisional , ganja , adalah bagian integral dari kesuksesan produk baru . [ 182 ] [ 186 ] [ 187 ] [ 188 ] [ 189 ] [ 190 ] [ 191 ] [ 192 ]" Laporan Global Drug " Perserikatan Bangsa-Bangsa 2012 menyatakan bahwa ganja " adalah yang paling banyak diproduksi , diperdagangkan , dan dikonsumsi obat dunia di dunia pada 2010 " , mengidentifikasi bahwa antara 119 juta dan 224 juta pengguna yang ada pada orang dewasa di dunia ( 18 atau populasi yang lebih tua ) . [ 193 ]Status hukum

 


Artikel utama: Legalitas ganjaLihat juga : Larangan obat-obatan dan liberalisasi ObatCannabis lembar propaganda dari 1935Sejak awal abad ke-20 , sebagian besar negara telah membuat hukum terhadap budidaya , kepemilikan atau transfer ganja . [ 194 ] Undang-undang ini telah berdampak negatif pada budidaya tanaman ganja untuk tujuan non - rekreasi , tetapi ada banyak daerah di mana , di bawah keadaan tertentu , penanganan ganja legal atau berlisensi . Banyak yurisdiksi telah berkurang hukuman untuk kepemilikan sejumlah kecil ganja , sehingga dihukum dengan penyitaan dan kadang-kadang denda , bukan penjara , lebih memfokuskan pada orang-orang yang lalu lintas obat di pasar gelap .Di beberapa daerah di mana penggunaan ganja telah historis ditoleransi , beberapa pembatasan baru telah dimasukkan ke dalam tempat , seperti penutupan kedai kopi ganja dekat perbatasan Belanda , [ 195 ] penutupan kedai kopi di dekat sekolah menengah di Belanda dan penumpasan pada " Pusher Street " di Christiania , Copenhagen pada tahun 2004 [ 196 ] [ 197 ] .Beberapa yurisdiksi menggunakan program gratis sukarela pengobatan dan / atau program pengobatan wajib bagi pengguna yang sering dikenal . Kepemilikan sederhana dapat membawa hukuman penjara yang lama di beberapa negara , khususnya di Asia Timur , di mana penjualan ganja dapat menyebabkan hukuman penjara seumur hidup atau bahkan eksekusi. Namun baru-baru , banyak partai politik , organisasi non -profit dan penyebab berdasarkan legalisasi ganja medis dan / atau legalisasi tanaman seluruhnya ( dengan beberapa pembatasan ) telah muncul .Pada tanggal 6 Desember 2012, negara bagian Washington menjadi negara pertama yang secara resmi melegalkan ganja dalam hukum negara ( tapi masih ilegal oleh hukum federal ) , [ 198 ] [ 199 ] dengan negara bagian Colorado mengikuti di belakangnya . [ 200 ] pada tanggal 1 Januari 2013, pertama ganja " klub " untuk ganja pribadi merokok (tidak membeli atau menjual , namun) diizinkan untuk pertama kalinya di Colorado . [ 201 ] The California Mahkamah Agung memutuskan Mei 2013 bahwa pemerintah daerah dapat melarang medis apotik ganja meskipun hukum negara di California yang memungkinkan penggunaan ganja untuk keperluan medis . Setidaknya 180 kota di seluruh California telah memberlakukan larangan dalam beberapa tahun terakhir . [ 202 ]Kendala pada penelitian terbukaPenelitian Cannabis menantang karena tanaman adalah ilegal di sebagian besar negara . [ 203 ] [ 204 ] [ 205 ] [ 206 ] [ 207 ] Sampel penelitian - kelas obat sulit untuk mendapatkan untuk tujuan penelitian , kecuali diberikan di bawah kewenangan pemerintah nasional .Masalah ini disorot di Amerika Serikat oleh bentrokan antara Multidisiplin Asosiasi untuk Studi Psychedelic ( MAPS ) , sebuah kelompok riset independen , dan National Institute on Drug Abuse ( NIDA ) , sebuah agen federal dibebankan dengan penerapan ilmu pengetahuan untuk mempelajari penyalahgunaan narkoba . The NIDA sebagian besar beroperasi di bawah kendali umum Kantor Nasional Pengendalian Kebijakan Obat ( ONDCP ) , Rumah kantor Putih bertanggung jawab atas koordinasi langsung semua , , aspek ilmiah, sosial dan politik hukum legislatif kebijakan pengendalian obat federal . [ Rujukan? ]The ganja yang tersedia untuk studi penelitian di Amerika Serikat yang tumbuh di University of Mississippi dan hanya dikendalikan oleh NIDA , yang memiliki hak veto terhadap Food and Drug Administration ( FDA ) untuk mendefinisikan protokol diterima . Sejak tahun 1942, ketika ganja telah dihapus dari US Pharmacopoeia dan penggunaan medis dilarang , tidak ada hukum ( di bawah hukum federal ) yang didanai swasta proyek produksi ganja . Hal ini mengakibatkan jumlah terbatas penelitian yang dilakukan dan mungkin di NIDA memproduksi ganja yang telah diduga menjadi potensi yang sangat rendah dan kualitas rendah